02 November 2017

Eggi Sudjana - Dialog Islam - Kristen

Dialog (tentang Ketuhanan) ini diselenggarkan oleh Arematea Malang
Tempat di Universits Brawijaya pada tahun 2004,
dalam rangka peluncuran film Eropa Menuju Islam.

Bagian ke 1 :



Bagian ke 2 :.



Bagian ke 3 :

Dialog tersebut diperoleh dari konversi tayangan di youtube.

27 September 2017

Reedit Tulisan Hamka

Mengapa Kaum Komunis Tidak Gentar Menghadapi Maut?

Oleh: Buya HAMKA

Mengapa dengan gagahnya Sudisman dan Njoto (tokoh PKI, -pen) berdiri tegak mendengarkan MahMilLuB membacakan vonis hukuman mati bagi dirinya... Bahkan Njoto sempat melantunkan syair Tagore, "Daun-daun kering berguguran untuk menumbuhkan daun-daun muda yang segar", lalu dengan gagah berani dan mata tak berkedip dia menunggu keputusan hukuman mati... Di bibirnya tersungging senyum sinis...

Mengapa demikian berani orang2 itu menghadapi maut? Padahal pokok kepercayaan mereka adalah tidak mempercayai sama sekali adanya Tuhan dan hari kiamat...

JAWABNYA adalah... karena mereka mendalami pengertian terhadap cita2 IDEOLOGI... Mereka tidak mempercayai hal ghaib, padahal ideologi itu sendiri adalah ghaib (nisbi)...

Mengapa DIANTARA UMAT ISLAM di negeri kita ini masih jarang terlihat yang demikian?

Kalau kita katakan mengatakan bahwa umat Islam adalah satu kesatuan, mengapa jarang kita temukan pemimpin yang konsekuen dengan pendiriannya?

Malahan ada yang tidak malu2 BERKAWAN dengan komunis untuk menghantam sesama Islam... Mengapa banyak yang mengingkari janji dan "bai'at"nya dengan kawan seagama, hanya semata2 untuk kemenangan politik sementara?

SEBABNYA adalah karena belum banyak yang membenamkan dirinya kedalam cita2, sebagaimana orang2 komunis itu...

Islam telah kita terima sebagai agama, dan kita marah jika dikatakan tidak Islam... Tetapi Islam itu seniri belum kita resapkan dalam jiwa... Kita belum merasakan lezatnya iman dan nikmatnya ideologi... Kita masih DIPERBUDAK oleh hawa nafsu dan materi...

Yang PERTAMA dan UTAMA alam menegakkan suatu ideologi bukanlah mesti bergelar "alim", bukan ahli fiqih dan bukan titel kesarjanaan. Semua itu hanya kulit luar... Tetapi yang pertama dan utama adalah "quwwatil khulqi" (KEKUATAN KARAKTER), yaitu kuatnya mental serta moral...

Dimana LETAK KESALAHAN kita?

Sebabnya ialah, selama ini kita hanya BERTENGKAR SOAL FURU', soal hukum bersentuhan kulit lelaki dengan perempuan, soal melafalkan niat, dst... Namun intisari agama itu sendiri tidak pernah dirasakan...

Selalu kita menyebut2 pendapat2 Imam Maliki, Imam Hanafi, Imam Syafii dan Imam Hambali, tetapi kurang sekali kita melihat kepada suka-duka pribadi mereka dalam menegakkan kebenaran...

Orang yg dapat menghapal qala ta'ala, qala Rasulullah, menurut Imam Syafi'i demikian, menurut Imam Hanafi begitu, belum tentu dapat mempertahankan agama kalau tidak memiliki kekuatan karakter... Orang yang demikian mudah saja disuruh membuat fatwa guna "menghalalkan" perbuatan yang haram dari seorang diktator...

Kepada yang diatas (penguasa), orang2 seperti itu selalu kalah dan mengalah, tetapi kepada kawan sendiri mereka sanggup memang berpolitik...

Adakah kita yang bersorak sorai mengaku membela mazhab yang empat berani meniru, meneladani keempat imam ini dalam hal KETEGUHAN PENDIRIAN?...

Tidak ada atau JARANG SEKALI... SEBAB dalam hal agama, selama ini kita bertengkar tentang "kulit", tetapi enggan "menelan isi"...

Oleh sebab itu maka jika seorang diktator berkuasa, orang yg seperti inilah yang disenangi...

Kamu ANGKATAN MUDA, jauhilah hal2 seperti itu. Inilah yang merugikan kita bertahun2 lamanya, sehingga cita2 Islam tidak bisa tegak, karena kita kekurangan manusia yang berkarakter...

Maka kalau orang komunis seperti Sudisman beriri tegak dengan wajah tenang menghadapi hukuman mati... Kalau Njito masih sempat bersyair ketika mendengarkan vonis... Padahal mereka hendak menghancurkan agamamu... MENGAPA kamu yang mempertahankan Tuhan dan menjaga agama merasa ragu menghadapi segala kemungkinan alam keyakinan?

Ya, betapa dahsyatnya cita cita ideologi. Orang komunis bercita cita mendirikan negara komunis, orang sekuler wajar mendirikan negara SEKULER, tapi lucu Kalo umat Islam tidak bercita cita menegakkan syariat Islam dalam bentuk negara Islam lalu melebur dalam khilafah islamiyah. Dimana cita cita agamamu/ideologimu?!

(Disarikan dari tulisan Buya HAMKA dalam rubrik Dari Hati Ke Hati, Judul; "Benamkan Diri Kedalam Cita-cita" -dengan proses penyuntingan-)

26 Juni 2017

Turunnya Isa Imam Mahdi dan Resikonya


Bagi yang berminat membaca karya Kyai Arkanuddin (depan Sriwedari Solo) tersedia file scan-an format pdf kurang lebih 6 MB : klik download disini

Atau silahkan baca onweb di penyedia penyimpanan : klik disini

Discan dari buku berjudul Turunnya Isa Imam Mahdi dan Resikonya yang diterbitkan oleh Lembaga Teologi Surakarta tahun 1982.



24 Juni 2017

Menghadapi Soal-soal Perkawinan





Untuk download ebook dengan file pdf kurang lebih 11 MB : klik download disini

Atau silahkan baca onweb di penyedia penyimpanan : klik disini

Remastering ini dibuat dari buku berjudul Menghadapi Soal-soal Perkawinan karangan Drs. Sidi Gazalba Tahun 1975, diterbitkan oleh Pustaka Antara Jakarta.

08 Maret 2017

Pak Gene Netto Menerima Islam


Tahu melalui suatu group facebook yang saya lupa apakah group mualaf ataukah pengajian fb. Pak Gene ini sangat banyak karyanya. Selain banyak memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan, parenting, juga sering membantu memberikan santunan kepada anak miskin atau yatim.
Kesenangannya menulis didokumentasikan di blog maupun di postingan facebook-nya. Untuk mengenal dan menikmati semangat beliau rasanya mudah mendapatkan dari tulisan-tulisan beliau di blog dari pada postingan di facebook-nya. Mudah-mudahan dengan kegemarannya berbagi melalui kemampuannya menulis tersebut, segera dapat mewujudkan keinginannya untuk membuat buku.

Berikut ini tayangan TV MUI, yang berisi kisah Pak Gene masuk Islam.



Link Pak Gene :