Kemampuan dalam memandang peristiwa sewajarnya ada keterbatasannya. Bahkan ketika menjadi sebuah berita, peristiwa hanya tampil dalam bentuk penggalan video atau photo tangkapan sesaat. Demikianlah keterbatasan kita dalam memandang, sebatas satu frame semata.
Meski hanya satu frame terkadang bisa memberikan banyak arti, namun juga bisa berdampak buruk tergantung subyek yang memandang peristiwa pada sebatas yang ada dalam frame tersebut. Maka itu dalam suatu berita diberikan judul sebagai pemberitahuan keterbatasan frame atas peristiwa yang diberitakan. Atau memang untuk membatasi muatan berita yang disiarkan. Namun kini judul berita terdistorsi fungsinya menjadi pemikat daya tarik pembaca agar mau membukanya. Bahkan framing digunakan untuk mengintervensi bawah sadar kita tentang suatu peristiwa agar menerima afirmasi yang disisipkan.
Zoom merupakan usaha kita mengurangi kekurangan tersebut.
Ada juga tantangan zooming dalam memandang diri sendiri. Kemampuan transendensi.
Berikut ilustrasi keterbatsan frame diambil dari karya gambar Istvan Banyai
Meski hanya satu frame terkadang bisa memberikan banyak arti, namun juga bisa berdampak buruk tergantung subyek yang memandang peristiwa pada sebatas yang ada dalam frame tersebut. Maka itu dalam suatu berita diberikan judul sebagai pemberitahuan keterbatasan frame atas peristiwa yang diberitakan. Atau memang untuk membatasi muatan berita yang disiarkan. Namun kini judul berita terdistorsi fungsinya menjadi pemikat daya tarik pembaca agar mau membukanya. Bahkan framing digunakan untuk mengintervensi bawah sadar kita tentang suatu peristiwa agar menerima afirmasi yang disisipkan.
Zoom merupakan usaha kita mengurangi kekurangan tersebut.
Ada juga tantangan zooming dalam memandang diri sendiri. Kemampuan transendensi.
Berikut ilustrasi keterbatsan frame diambil dari karya gambar Istvan Banyai
Untuk tampilan dengan pixel yang baik silahkan kunjungi link youtube berikut.
😉
Tidak ada komentar:
Posting Komentar